
Sumber: KBS World
Untuk kamu para penggemar Korea


Han-geul nggak sulit kok. Asal kita sungguh-sungguh untuk mempelajarinya, pasti bisa. "Ayo kita pelajari huruf-huruf Korea yang lucu-lucu ini!"
Huruf Konsonan han-geul terdiri atas 14 buah, sebagai berikut:
ㄱ (G) namanya giyeok (기역), atau kieuk (기윽) di Korea Utara.
ㄴ (N) namanya nieun (니은).
ㄷ (D) namanya digeut (디귿), atau dieut (디읃) di Korea Utara.
ㄹ (R) namanya rieul (리을). Jika diletakkan di awal, bunyinya R, jika di akhir berbunyi L.
ㅁ (M) namanya mieum (미음).
ㅂ (B) namanya bieup (비읍).
ㅅ (S) namanya siot (시옷), atau sieut (시읏) di Korea Utara. Berbunyi S jika di awal, namun menjadi T jika di akhir.
ㅇ (ng) namanya ieung (이응). Tidak berbunyi jika diletakkan di awal, namun berbunyi “ng” jika diletakkan di akhir.
ㅈ (J) jieut (지읒) Berbunyi J jika di awal, namun menjadi T jika sebagai akhiran.
ㅊ (C) chieut (치읓) Berbunyi C jika di awal, namun menjadi T jika sebagai akhiran.
ㅋ (K) kieuk (키읔) Bunyinya seperti huruf Q.
ㅌ (T) tieut (티읕).
ㅍ (P) pieup (피읖).
ㅎ (H) hieut (히읗) Berbunyi “H” jika di awal, namun menjadi T jika sebagai akhiran.
Huruf Konsonan ganda
Huruf konsonan ganda adalah konsonan tunggal yang ditulis dua kali, sehingga cara membacanya lebih ditekan. Hanya 5 buah konsonan tunggal yang dapat dijadikan konsonan ganda, yaitu:
ㄲ (gg) disebut ssanggiyeok (쌍기역) atau doen’gieuk (된기윽) di Korea Utara.
ㄸ (dd) disebut ssangdigeut (쌍디귿) atau doendieut (된디읃) di Korea Utara.
ㅃ (bb) disebut ssangbieup (쌍비읍) atau doenbieup (된비읍) di Korea Utara.
ㅆ (ss) disebut ssangsiot (쌍시옷) atau doensieut (된시읏) di Korea Utara.
ㅉ (jj) disebut ssangjieut (쌍지읒) atau doenjieut (된지읒) di Korea Utara.
Huruf vokal Korea adalah sebagai berikut:
ㅏ = a (seperti dalam “babak”).
ㅑ = ya (seperti dalam “ayah”).
ㅓ = eo (seperti membaca o pada kata “Depok”, bukan “toko”).
ㅕ = yeo (seperti membaca o dalam “Yogyakarta”, bukan “yoyo”).
ㅗ = o (seperti dalam “toko”, bukan “Depok”).
ㅛ = yo (seperti dalam kata “mayones”).
ㅜ = u (seperti dalam “hutan”).
ㅠ = yu (seperti dalam “Yuni Shara”).
ㅡ = eu (seperti membaca e dalam “melati”, bukan “obeng”).
ㅣ = i (seperti ucapan Indonesia).
ㅐ = ae (seperti membaca e dalam “coret” bukan “tempe”).
ㅒ = yae (sama seperti “ae” di atas hanya ditambah y saja).
ㅔ = e (seperti membaca e dalam “tempe” bukan “coret”).
ㅖ = ye (sama seperti “e” di atas hanya ditambah y saja) .
Huruf vokal perpaduan
Berdasarkan huruf vokal yang ada di atas, ada beberapa huruf vokal tadi yang dapat dipadukan untuk menciptakan bunyi vokal lainnya yaitu:
ㅚ = oe (perpaduan o dan i, bukan dibaca oi, tetapi we).
ㅙ = wae (perpaduan o dan ae dibaca wae).
ㅘ = wa (perpaduan o dan a dibaca wa).
ㅟ = wi (perpaduan u dan i dibaca wi).
ㅝ = wo (perpaduan u dan eo dibaca weo atau wo).
ㅢ = eui (perpaduai eu dan i dibaca eu-i).
ㅞ = we (perpaduan u dan e dibaca we) .
Untuk lebih jelasnya, mari kita cermati gambar berikut ini:
Demikianlah keseluruhan 40 aksara Han-Geul yang harus kita hafal. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana cara penggunaannya. Cara menuliskannya sebenarnya susah-susah gampang. Kita tinggal menggabungkan huruf yang hendak kita tulis, namun demikian tidak boleh disusun secara sembarangan. Misalnya kita hendak menulis “Han-geul”. Maka yang kita tulis adalah huruf “H” “A” dan “N”. Kemudian “G” “EU” dan juga “L”
Huruf H dan A ditulis di atas secara berdampingan, kemudian N sebagai akhiran yang berada di bawah. Formasi perpaduan H+A+N ini dihitung sebagai satu buah huruf. Demikian pula dengan G ditulis di atas, kemudian EU diapit di tengah, dan L sebagai akhiran ditulis di bawah. Formasi perpaduan G+EU+L ini juga dihitungnya satu huruf saja, sehingga tulisan HAN-GEUL sejatinya hanya terdiri dari 2 buah huruf (bukan 7 buah).
Demikian jika digambarkan:
Dapat kita lihat bahwa cara penulisan huruf Korea tidak dituliskan rata ke samping kanan terus selayaknya huruf latin, melainkan ada saatnya beberapa huruf dituliskan di bawah sebagai akhiran yang disebut dengan “bachim”.
Setiap huruf han-geul wajib diawali dengan sebuah konsonan kemudian diikuti vokal. Lalu, bagaimana jika kebetulan kata yang hendak kita tulis langsung berawalan sebuah vokal? misalnya seperti: annyeonghaseyo. di mana langsung diawali huruf “a” tanpa konsonan di depannya.Khusus untuk kata yang tidak diawali dengan konsonan, maka huruf pertama pada kata tersebut kita bubuhi huruf ieung (ㅇ) di depannya. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, Huruf ieung ini tidak berbunyi jika diletakkan di awal, namun berbunyi “ng” jika posisinya sebagai akhiran. Tulisan an-nyeong-ha-se-yo dapat dituliskan menjadi seperti ini: 안녕하세요 .
Masalahnya sekarang adalah bagaimana kita menentukan huruf itu ditulis di samping sejajar atau ditulis ke bawah? Formasi penulisan aksara Korea sudah memiliki ketentuan. Tenang.. Anda tidak perlu pusing, bingung, panik, apalagi marah. Yang terpenting bagi seorang pemula adalah menghafalkan ke-24 huruf dasar terlebih dahulu. Cara menyusun formasi penulisan ini nantinya dapat dipelajari secara alami seiring berjalannya waktu. "Selamat belajar, Fighting..!"


Pertunjukkan musik tradisional Korea mementingkan improvisasi, berjalan terus-menerus, serta sedikit jeda dalam setiap pertunjukkannya. Pansori contohnya, dapat berlangsung sampai lebih dari 8 jam dengan hanya satu penyanyi.
Lukisan paling awal yang ditemukan di Semenanjung Korea adalah jenis petroglif yang berasal dari zaman prasejarah. Dengan datangnya kebudayaan dan agama Budha dari Cina, maka teknik melukis menjadi semakin beragam, namun tidak menghilangkan cara asli.
Objek-objek yang biasa dilukis umumnya dipengaruhi alam, contohnya pemandangan, bunga dan burung. Lukisan digambar dengan tinta diatas kertas pohon mulberi atau sutera.
Pada abad ke 18 berbagai teknik baru dikembangkan, terutama dalam menulis indah (kaligrafi) dan ukiran-ukiran cap.
Kerajinan
Kerajinan Korea umumnya dibuat untuk digunakan dalam kehidupan dan kegiatan sehari-hari. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan khas Korea umumnya metal, kayu, kain, tanah liat, kaca, kulit dan kertas.
Artefak kerajinan prasejarah seperti tembikar merah dan hitam memiliki banyak kesamaan dengan tembikar Cina kuno yang ditemukan di sekitar wilayah kebudayaan Sungai Kuning.
Dalam masa dinasti Koryo, pembuatan kerajinan yang menggunakan bahan perunggu kuningan (logam) kuningan berkembang pesat. Selain itu dinasti ini juga terkenal akan kerajinan celadon (keramik) yang indah.
Pembuatan kerajinan pada masa dinasti Choson berkembang pesat yakni kerajinan keramik, ukiran kayu, serta benda-benda furniture.
Kehidupan
Rumah
Masyarakat tradisional Korea memilih tempat tinggal berdasarkan geomansi. Orang Korea meyakini bahwa beberapa bentuk topografi atau suatu tempat memiliki energi baik dan buruk (dalam konsep eum dan yang) yang harus diseimbangkan. Geomansi mempengaruhi bentuk bangunan, arah, serta bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya.
Rumah menurut kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara ini masih sering dijumpai dalam kehidupan moderen saat ini.
Rumah tradisional Korea (biasanya rumah bangsawan atau orang kaya) dipilah menjadi bagian dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang belajar (sarangbang), dan ruang pelayan (haengrangbang). Besar rumah dipengaruhi oleh kekayaan suatu keluarga.
Rumah-rumah ini memiliki penghangat bawah tanah yang disebut ondol yang berfungsi saat musim dingin.
Taman

Pakaian tradisional Korea disebut hanbok (Korea Utara menyebut Choson-ot). Hanbok terbagi atas baju bagian atas (jeogori), celana panjang untuk laki-laki (baji) dan rok wanita (chima).
Masakan Korea yang terkenal adalah kimchi, yaitu makanan sayur yang dijeruk dan ditapai. Cabai juga digunakan dalam pembuatan kimchi. Karena itu kimchi terkenal sebagai sebuah makanan yang pedas.
Salah satu perkembangan penting dalam sejarah penulisan Korea adalah penciptaan tulisan hangul oleh Raja Sejong Agung pada tahun 1443. Tulisan ini unik daripada tulisan hanja yang luas digunakan pada masa itu karena setiap lambang di huruf hangul melambangkan satu fonem atau sebutan dan amat sesuai untuk menulis bahasa Korea daripada tulisan hanja.