Kamis, 15 Januari 2009

Jumlah pelarian dari Korea Utara yang masuk ke Korea Selatan meningkat


Pada tahun 2008, jumlah pelarian dari Korea Utara yang masuk ke Korea Selatan tercatat sekitar 2 ribu 770 orang, meningkat 9%, jika dibandingkan tahun 2007 lalu.Menurut hasil statistik dari Departemen Unifikasi Nasional Korea Selatan, hari Senin, hal itu dimungkinkan berkat usaha pemerintah Korea yang bertekad untuk menangani masalah pelarian dari Korea Utara termasuk proses masuk ke Korea Selatan secepat mungkin. Sebelumnya pemerintah Korea Selatan memperkirakan jumlah pelarian dari Korea Utara akan melebihi 3 ribu pada akhir tahun 2008 lalu.Namun hal itu tidak dapat terjadi akibat peningkatan pengawasan ketat pemerintahan Cina terhadap proses keluar-masuk negara menjelang penyelenggaraan Olimpiade Beijing.

Sumber: KBS World

Wakil ketua juru runding Korea Selatan bertolak ke Pyongyang

Wakil ketua juru runding Korea Selatan untuk pertemuan segi enam Hwang Joon-kook beserta delegasi pemerintah Seoul, hari Senin berkunjung ke Pyongyang untuk membicarakan penanganan batang bahan bakar yang tidak digunakan, yang merupakan salah satu bagian dari tindakan denuklirisasi Korea Utara. Kunjungan resmi oleh delegasi pemerintah Korea Selatan ke Korea Utara merupakan yang pertama kali sejak pemerintahan Lee Myung-bak dimulai. Dalam jumpa pers di bandara Incheon, hari Senin, Hwang Joon-kook mengatakan, dalam kunjungan ke Korea Utara kali ini pihaknya akan berusaha untuk mempertimbangkan kemungkinan pembelian batang-batang bahan bakar yang tidak digunakan dari reaktor yang memproduksi plutonium milik Korea Utara.Lebih lanjut dikatakan, cara penangangan batang bahan nuklir yang tidak digunakan tersebut akan ditetapkan dalam pembicaraan negara-negara pertemuan segi enam, berdasarkan hasil kunjungan ke Korea Utara kali ini. Menjawab pertanyaan tentang kelanjutan penyerahan bantuan energi dan ekonomi ke Korea Utara, Hwang Joon-kook menyatakan, pemerintah Seoul sedang mempertimbangkan jadwal penyerahan 3 ribu ton pipa besi yang telah dibuat.Sementara itu, bantuan sebanyak 44 ribu ton minyak solar akan ditentukan penyerahannya sesuai dengan pembicaraan antara Korea Selatan dan Korea Utara kelak. Korea Utara sedang melumpuhkan reaktor nuklirnya di Yeongbyeon di bawah perjanjian bantuan-untuk-perlucutan yang disetujui enam negara pada tahun 2007 lalu.

Sumber: KBS World

Anggota kongres AS meminta negosiasi kembali FTA Korea-AS


Ketua Komite Anggaran Majelis Rendah AS, Charles Rangel hari Kamis, meminta agar negosiasi perjanjian perdagangan bebas FTA antara Korea Selatan dan Amerika dilakukan kembali.Permintaan tersebut disampaikan Rangel dalam pertemuan penetapan jadwal pengesahaan rancangan tahun ini, atau sehari setelah menteri luar negeri terpilih, Hillary Clinton mengisyaratkan negosiasi kembali perjanjian perdagangan dengan Korea, karena ada ketidakseimbangan pada sektor otomotif.Rangel menambahkan, walaupun presiden terpilih Barack Obama mendukung ide pengesahan FTA dengan Korea, namun perubahan isi sebelum pengesahannya harus dipertimbangkan.Ditambahkan, hambatan utama dalam pengesahan FTA itu adalah penolakan pemerintahan Bush untuk mengubah pasal terkait otomotif yang dipandang banyak anggota partai Demokrat lebih menguntungkan produsen otomotif Korea Selatan.Rangel juga menegaskan, negosiasi itu tidak akan menjadi masalah, apabila pemerintahan Bush memperjuangkan sektor otomotif seperti yang telah dilakukan dalam negosiasi daging sapi AS.

Sumber: KBS World

Presiden Lee mengkritik tajam kalangan politisi


Presiden Lee Myung-bak mengkritik tajam persengketaan yang terjadi di dunia politik Korea, serta menyebutnya sebagai krisis politik yang serius, persis sama dengan krisis ekonomi. Dalam pidato radio rutin, hari Senin pagi di radio KBS, presiden Lee menyatakan, pihaknya sangat merasa malu dan tertekanan atas pemberitaan perselisihan di kancah perpolitikan Korea di media massa asing. Presiden Lee Myung-bak menegaskan bahwa negara Korea harus mempertahankan wibawanya sebagai negara yang memiliki demokrasi yang ideal dan menentang kediktaktoran serta melakukan pemilihan presiden secara langsung. Ditegaskan pula, Dewan Perwakilan Rakyat seharusnya menjadi lambang dan benteng bagi perdamaian dan tatanan hukum. Lebih lanjut ditekankan, seharusnya DPR segera mengesahkan rancangan undang-undang yang tertumpuk terlepas dari kepentingasn politik masing-masing, untuk memulihkan kembali perekonomian dalam semester pertama, waktu diperkirakan yang paling menyulitkan bagi Korea.

Sumber: KBS World

Perombakan anggota kabinet dan pejabat kantor kepresidenan dalam minggu ini


Presiden Lee Myung Bak, merencanakan akan melakukan perombakan anggota kabinet dan pejabat kantor kepresidenan paling cepat dalam minggu ini.Menurut seorang pejabat dari kantor kepresidenan hari Selasa, di dalam daftar perombakan ini, termasuk Menteri Keuangan dan Strategi, Kang Man-soo dan ketua Komisi Urusan Keuangan , Jun Kwang-woo.Sampai sekarang, mantan ketua Badan Pengawas Keuangan, Yoon Jung-hyun dan mantan Menteri Keuangan, Kim Seok-dong dipertimbangkan sebagai calon pengganti utama. Selain itu, Menteri Unifikasi, Kim Ha-joong dan sebagian anggota kementerian non-ekonomi juga disebut-sebut akan diganti, namun Menteri Perekonomian dan Pengetahuan, dan pejabat bagian Asisten Kepresidenan saat ini nampaknya akan tetap dipertahankan.Ditambahkan, perombakan kali ini menunjukkan tekad presiden untuk membangun kabinet yang lebih efisien dan paling tepat untuk menanggulangi krisis ekonomi menghadapi tahun kedua masa baktinya.

Sumber: KBS World

Pembukaan Komite ad hoc untuk pembaruan politik di DPR

Komite ad hoc untuk pembaruan politik di DPR memulai tugasnya hari Selasa untuk membahas revisi UU pemilihan tentang hak pemberian suara bagi warga Korea di luar negeri.Komite tersebut dipimpin oleh anggota Partai Nasional Raya, Cho Jin-Heyung yang juga ketua Komite Urusan Administrasi dan Keamanan umum DPR.Komite ad hoc itu memiliki 21 anggota terdiri dari 10 anggota GNP, 7 dari partai oposisi partai Demokrat, dan lainnya dari partai minoritas termasuk partai Buruh Demokrat.DPR juga mengadopsi rancangan Ucapan Selamat bagi pelantikan presiden AS Barack Obama dalam sidang paripurna hari ini.

Sumber: KBS World